|
|
 |
|
|
Ingatlah Slalu Pada_NYA
|
Beningnya Hati Sejuknya Suasana
Jl.Benhi-raya 130
Mr. Pram
Telp: 0817-633-956
|
|
 |
|
Mari kita tunjukkan bahwa islam itu
cinta dan sayang terhadap sesama umat
ARTI SAYANG DAN CINTA
Pengajian...
Menurut orang-orang alim berbeda makna dari CINTA dan SAYANG
CINTA, berarti memandang kelebihan/kebaikan kepada
yang kita cintai
misalnya : Pria mencintai wanita karena kecantikannya...
SAYANG, berarti memandang pada kekurangan/kelemahannya
misalnya : Seorang ibu menyayangi bayinya karena lemahnya sang bayi, tidak berdaya... Jadi CINTA harus kepada yang
tidak berkurang kelebihan/kebaikannya, yaitu ALLAH dan RASULNYA
SAYANG kepada MAKHLUK yang penuh dengan kekurangannya.
Demikian, mudah-mudahan dapat diteruma dan berguna......
pikiran cinta memang bukan sumber kebahagiaan, tapi,...
tanpa cinta adalah sumber kesedihan. "jika kau ingin dicinta-i,... maka bersikaplah selayak orang yang patut dicintai " panah
asmara yang terbuat dari emas sekalipun tak dapat menembus hati wanita yang beriman. hanya cinta sejati yang akan bertahanhingga
akhir zaman
Wanita adalah Perhiasan Terindah
Oleh :sister.lestari
Wanita
diciptakan bukan hanya sekedar terdiri dari jasad dan ruh saja. Akan tetapi, ia juga sangat memiliki peran dalam menjalankan
proses kehidupan. Seperti menyusui dengan penuh kasih sayang - apabila ia telah menjadi seorang ibu -, menghasilkan kerinduan,
mengubah masa kanak-kanak dari alam tak sadar menjadi sebuah kepastian, serta kecerdasan dalam menghidupkan makna-makna kemanusiaan
dari segala seginya. Untuk itu, siapa dari para wanita (ibu) yang mendidik anak-anak mereka dengan sesuatu yang tidak pada
tempatnya, maka akan menjadikan anak-anak tersebut dari seorang bayi yang bersahaja menjadi seorang yang kejam, dari seorang
bayi yang lucu menjadi seorang yang liar dan dari seorang bayi yang murah senyum menjadi seorang yang memiliki watak egois. Artinya,
siapa saja dari para ibu yang menjadikannya dalam kejahatan, maka ia akan memaksa untuk membuka rahasia kehidupan ini dengan
cara yang tidak dibenarkan (bathil). Sedang siapa yang menabur bunga untuk kecantikannya dan untuk ketenangan serta kesabarannya,
maka nantinya akan memetik hasil yang juga sangat menggembirakan. Wanita bukan saja berbentuk badan. Akan tetapi sebelum
itu juga melekatkan rasa cinta yang suci, kecantikan, kelembutan, jiwa terdidik dan tempat menggantungkan keturunan. Seandainya
ada laki-laki jenius mampu menghidupkan aspek kemanusiaan yang suci di dalam misi menggantikan kedudukan wanita, maka sungguh
ia mampu mengantikannya. Namun, hal itu laksana menggantikan kehausan dari air yang bersih dengan tetesan buah dari perasannya.
Jika seorang (laki-laki) merasa cukup dengan apa yang ada dari sisi jasmani seorang wanita, niscaya akan menjadi sempit dan
pendek pandangan (penilaian)nya terhadap wanita tersebut. Ketika seorang laki-laki terpesona kepada wujud jasad yang disimpulkan
melalui bentuk-bentuk kasih sayang dan kecondongan terhadap canda tawanya, maka ia tidak akan mampu meningkatkan persepsinya
ketingkatan yang lebih benar. Maha Suci Allah yang telah menciptakan kecantikan. Alloh Subhanahu wa Ta'ala memberikan
kelebihan kasih sayang kepada Nabi Muhammad terhadap wanita dan wewangian yang lebih besar dibandingkan lainnya. Sebab, wanita
merupakan penghias dan penyejuk di dalam rumah tangga serta sumber keturunan. Alangkah istimewanya wanita ! Sedangkan wewangian
dapat memberikan gairah (semangat) bagi jiwa. Adapun dalam shalat terdapat kenikmatan dan kesenangan di dalam rangka bermunajat
antara hamba dengan Sang Khaliq. Ini adalah salah satu keadaan yang sangat menyenangkan bagi manusia ("At Taaj Aj Jaami' al
Ushul") Wallahu'alam.
“Hai orang-orang beriman, janganlah kalian menghianati Allah dan Rosul ( Muhammad SAW)
dan janganlah kalian mengingkari amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedang kalian mengetahui”(QS Al-Anfal [8]:27).
Saudaraku
yang baik, kita semua akan sangat kagum dan terharu mendengar kisah bagaimana seorang nahkoda kapal yang sedang tenggelam
berupaya sekuat tenaga menyelamatkan para penumpangnya dan dia tidak mau meninggalkan kapal itu sebelum seluruh penumpangnya
selamat. Kita pun akan terkesan mengenang perjuangan seorang ibu yang anaknya bandel hingga harus dipenjara. Namun, dia tetap
berjuang agar sang anak tak putus asa. Dia terus membangun harapan bahwa hari esok, semua akan menjadi lebih baik. Perbuatan
buruk sang anak tentu sangat mencoreng kehormatan orangtuanya. Akan tetapi, semua itu dipikul dengan sabar sebagai bentuk
tanggung jawab orangtua. Seburuk apapun kelakuan anak, mau tidak mau dia tetap darah dagingnya sendiri yang wajib dicucuri
kasih sayang. Atau, boleh jadi kenakalan anak itu bermula justru dari kelaliannya sendiri dalam Banyak kisah yang membuat
kita berdecak kagum yang mendidik anak-anaknya. Bertutur tentang pengorbanan seseorang yang bertangung jawab, walaupun
untuk itu dia harus mempertaruhkan nyawa yang hanya satu-satunya yang ia miliki. Pada saat yang sama, kita pun akan sama-sama
merasa mual dan dongkol ketika mendengar orang-orang yang tak bertangung jawab. Begitu rendah dan menjijikan sikap tidak bertangungjawab
itu. Seorang laki-laki secara tak bertangung jawab merusak kegadisan wanita. Seorang suami berselingkuh dan menyia-nyiakan
anak istrinya. Seorang ibu menelantarkan bahkan membunuh bayi yang dilahirkan dari rahimnya sendiri. Pemimpin jahat tidak
bertangung jawab atas rakyat. Dia bermegah-megah dan berleha-liha ketika rakyatnya mengerang kelaparan. Seorang guru tak bertangung
jawab, mengabaikan tugasnya mendidik generasi muda, seorang pedagang licik mencampur barang baik dengan barang buruk semata
hanya karena ingin meraup keuntungan setingi-tinginya. Termasuk yang telah bersusah payah membesarkannya dari kecil. Kita
harus mengevaluasi diri, sampai sejauh mana kesadaran kita memikul amanah yang yang diembankan di pundak kita. Sejauhmana
kita telah gigih mempertanggung-jawabkan semua itu ? Banyak tangungjawab yang sebenarnya harus kita tunaikan. Sebagai manusia
kita perlu bertanya, apakah kita berperilaku hewan ? Sepanjang hari hanya sibuk memuaskan nafsu syahwat, kekerasan, kebuasan,
kelicikan dan aneka perilaku lain layaknya tingkah binatang. Sebagai Muslim kita wajib bertanya, apakah kita benar-benar
menjaga kehormatan selaku seorang Islam, ataukah perlaku kita malah mencoreng kemuliaan Islam?
Sebagai orang tua,
kita perlu meraba hati, jangan-jangan selama ini kita tidak serius mendidik dan memberi tauladan sehingga mereka tumbuh menjadi
peribadi-peribadi yang berkahlak buruk. Bisa jadi kitalah yang menjerumuskan anak-anak itu, bukan perilaku mereka sendiri.
Oleh sebab itu bila diberi amanah kedudukan dan kekuasaan dengan berjuang serius memajukan kesejahteraan lahir batin seluruh
karyawan, memajukan perusahaan dan menguntungkan semua pihak. Dan jangan sekil-kali secara curang mengorbankan amanah untuk
kepentingan diri pribadi. Itu adalah ciri khas orang curang yang akan gagal karirnya. Semoga kita termasuk kepada orang-orang
yang senantiasa amanah dalam segala hal. Amin. Wallahu a’lam.
|
 |
|
Sabar
Oleh : pram
"Dan sungguh akan Kami Berikan Cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan
buah-buahan. Dan berikanlah berita yang gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu)orang-orang yang apabila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan, innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun." Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang
sempurna dan Rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
(QS. Al-Baqarah (2):155-157)
Alhamdulillaahirabbil'aalamiin, Allahuma shalli 'ala Muhammad waala aalihi washaabihii ajmai'iin, Saudaraku Yang budiman,
Allah Yang Maha Agung akan mempergilirkan dalam kehidupan kita dengan berbagai masalah berupa dicekam rasa takut, lapar, kekurangan
makanan dan buah-buahan, akan tetapi Allah menjanjikan orang-orang yang sabar.
Siapa orang sabar ? Yaitu orang yang ketika dihantam musibah dengan penuh keyakinan dia mengatakan inna lillahi wa inna
ilaihi raaji’uun. Kami adalah milik Allah segala urusan kembali kepada Allah. Logika sederhana, ketika tukang parkir
diambil mobil oleh pemiliknya dia tidak kecewa, mengapa? Karena dia merasa tidak memiliki, hanya merasa tertitipi, semuanya
hanyalah titipan Allah kita tidak punya apapun. Kita hanya sekedar makhluk ciptaan Allah yang hidup sebentar dan tidak lama
kita akan mati.
Kita tidak boleh merasa memiliki semua ini, kecuali hanya tertitipi, oleh karena itu, kalau sakit tubuh ini milik Allah.
Allah munguji kita dengan sakit sebagai bahan evaluasi diri, bahan untuk bertaubat, ladang amal silahturrahmi dengan dokter
berapapun biaya yang kita keluarkan untuk membayar dokter, itu adalah rizki milik Allah, walaupun habis harta kita membayar,
tetapi semuanya hanya titipan Allah.
Anak, misalkan ada anak yang memiliki kekurangan, cacat dan sebagainya. Anak bukan milik kita, anak adalah titipan Allah.
Kita tidak usah minder dengan keterbatasannya dan jangan sombong oleh kelebihannya semuanya hanya titipan Allah, semua ada
waktunya, semua ada ajalnya.
Lampu suatu saat akan mati, pecah, atau rusak karena memang hanya titipan, sikapilah dengan sikap yang paling mulia. Sabar,
sabar bukan pasrah, sabar bukan lemah, sabar bukan pasif, sabar adalah keterampilan seseorang merespon kejadian apapun dengan
sikap terbaik yang di sukai Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Wallahu a' lam
Hikmah Nasehat Menasehati
Manajemen Diri]
Oleh : Mr. Pram
Alhamdulillaahirabbil 'aalamiin, Allahuma shalli 'ala Muhammad wa'ala aalihi washahbihii ajmai'iin. Saudaraku yang baik,
dalam Al Qur’an surat Al Ashr, Allah menjelaskan kepada kita tentang ciri orang beriman. Yaitu, orang-orang yang
saling menasehati dalam kebeneran dan kesabaran. Artinya, setiap muslim beriman hendaknya berupaya semaksimal mungkin untuk
saling mengajak kepada kebaikan, mengajak kepada hal yang akan mendekatkan kepada Allah. Dan, melarang dari perbuatan yang
tidak disukai Allah.
Salah sdatu hikmah mengapa kita harus saling menasehati adalah karena setiap orang mendambakan keselamatan hidup. Keselamatan
dari kerusakan, dari hal-hal yang membahayakan dirinya, lahir atau batin. Dan, harus ada yang memberitahukan kepada kita tentang
hal-hal yang tidak kita ketahui tersebut. Pemberitahuan itulah yang bisa jadi sebuah nasehat, masukan atau kritikan. Sehingga,
sungguh sangat penting sebuah nasehat dalam kehidupan kita. Agar kita tahu kekurangan kita dan segera memperbaikinya.
Sayangnya, diantara kita masih belum siap menerima kritikan, nasehat dari orang lain. Terlebih jika orang yang memberi
nasehat itu kita anggap lebih rendah dari kita. Sehingga, langkah awal kita untuk mengamalakan ayat di atas, adalah berusaha
menerima kritikan, saran dari siapapun tentang diri kita, tanpa melihat dari siapa yang mengeluarkan nasehat trersebut.
Kita harus selalu bahagia, ketika ada yang memberikan saran kepada kita. Ibarat cermin, kita selalu ingin tampak rapih
di depan cermin. Jika ada yang berantakan tanpa segan kita membetulkannya. Kita tidak kesal dengan cermin yang menampilkan
bayangan kita yang berantakan. Justru kita tetap merapihkan bagian yang kurang bagus. Begitulah orang yang selalau senang
menerima kritikan dari orang lain. Ia akan berterima kasih, bukannya marah atau kesal. Yang ia lakukan selanjutnya adalah
segera memperbaiki kekurangan yang disebutkan itu, seperti saat ia lantas merapihkan dirinya di depan cermin.
Subhannalah, andai setiap orang mampu bersikap seperti hal ini. Senang menerima kritikandan segera memperbaikinya, tentu
setiap akhlaq, perilaku kita dapat terjaga. Begitu ada yang salah dengan sikap kita, orang yang lain sigap memberitahukannya.
Mudah-mudahhan suatu saat kita memiliki lingkungan seperti ini. Inilah hidup jika saling menasehati, Insya Allah. (yn)***
|
|
 |
|
|
Add your content here
|
Add your content here
|
|
Add your content here
|
Add your content here
|
|
 |
|
|
|
|
|
Menikmati Setiap Episode Hidup
Manajemen Diri]
Oleh : Mr.pram
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal saleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al-Ashr
(103):1-3)
Alhamdulillaahirabbil'aalamiin, Allahuma shalli 'ala Muhammad waala aalihi washaabihii ajmai'iin, Saudaraku yang budiman,
langkah awal agar kita mampu menikmati setiap detik hidup ini, adalah dengan menumbuhkan sikap ridha (rela menerima kenyataan).
Kebahagiaan dan kesedihan, keuntungan dan kerugian, akan terasa nikmat dengan sikap ridha. Mengapa demikian?
Kesengsaraan hidup walaupun dihadapi dengan sikap dongkol uring-uringan, keluh kesah, tetap saja kenyataan sudah terjadi.
Pendek kata, disesali ataupun tidak, ridha maupun terpaksa, tetap saja kenyataan itu sudah terjadi dan dialami. Jadi, lebih
baik hati kita ridha menerimanya.
Tentu saja ridha terhadap kenyataan yang dialami, bukan berarti pasrah total, sehingga tidak bertindak apapun. Itu keliru,
ridha itu amalan hati, sedangkan pikiran dan tubuh kita wajib ikhtiar untuk memperbaiki kenyataan dengan cara yang diridhai
Allah. Kondisi hati yang ridha sangat membantu menjadikan proses ikhtiar menjdi positif, optimal dan bermutu.
Saudaraku, orang yang stress adalah orang yang tidak memiliki kesiapan mental menerima kenyataan yang ada. Pikiranya tidak
realitis, tidak menerima kenyataan dan tidak berpijak kepadanya. Sibuk menyesali sesuatu yang sudah terjadi. Sungguh, suatu
kesengsaraan dan kepedihan hidup yang dibuat sendiri.
Oleh karena itu, sadarilah hidup kita ini terdiri dari berbagai episode yang tidak monoton. Kenangilah perjalanan hidup
anda, ambilah kearifan dari setiap episode yang anda telah lalui. Kenanglah dengan kelapangan dada, dinginnya emosi, dan keikhlasan.
Tidak ada gunanya menyelimuti kenyataan hidup ini dengan keluh kesah. Itupun tidak menyelesaikan masalah, bahkan menambah
luka yang anda alami. Tetapi atasi dengan hati yang ridha, sehingga kita menikmati setiap episode hidup kita sambil berikhtiar
memperbaiki kenyataan pada jalan yang Allah ridhai. Wallahu'alam bish shawab.(and/yn)***
|
|
|
 |